3 Jun 09

Magic Card that works for Selling

PS : I Love U Sell It

Pada suatu waktu, ketika kami(saya dan kedua kakak saya) baru saja membangun sebuah bisnis kecil di bilangan sidoarjo, yang kemudian pada umumnya dikenal sebagai warnet atau internet cafe. Disini saya bertanggung jawab untuk mendatangkan pelanggan sebanyak-banyaknya. Hmm, kenapa harus saya sih yang melakukannya??? Ya karena saat itu sayalah yang selalu stand by di sana, dan mengenal bagaimana keadaan sekitar hehehehe :p .

Pada waktu itu problem yang timbul adalah problem yang memang pernah dirasakan oleh hampir setiap para pelaku usaha baru pada umumnya, antara lain :

  • usaha yang baru dibuka cenderung tidak banyak diketahui masyarakat sekitar.
  • spanduk yang dipajang besar-besar di depan pun bisa dikatakan tidak “menjual”. Yang ada malah dapat jackpot bon pajak reklame hehehe :p
  • kompetitor-kompetitor yang sebelumnya sudah terlebih dahulu bertengger di wilayah ini sudah barang tentu telah menguasai minimal 80% target pasar kami

Semakin saya berpikir keras semakin saya menemukan jalan buntu untuk keluar dari problem ini secara instan :p. Hingga suatu saat saya bertukar kartu nama dengan seorang relasi yang berkarir di bidang web design dan development. Tanpa pikir panjang, saya masukan kartu namanya ke dalam dompet saya hingga suatu saat saya keluarkan ketika saya membutuhkannya. Sejenak terlintas sebuah pemikiran, seperti ini : bagaimana jika saya membuat “brosur” untuk promosi kemudian menyebarkannya. (Whooops, ga nyambung yah? tunggu dulu belum selesai, dan ok ok, saya bisa mendengar anda berteriak : “Membosankan!” atau “Apanya yang kreatif dengan sekadar menyebar brosur? Yang notabene sering berakhir di tempat sampah atau berserakan di jalan.” Tapi tunggu dulu.)

“Brosur” tersebut bukan “brosur” biasa, tapi “brosur” mini, kurang lebih berukuran seperti kartu nama pada umumnya. Nah lho!!! Kedengarannya seperti sebuah penurunan dalam penyajian informasi. Bagaimana mungkin bisa memenangkan perhatian masyarakat apabila brosur yang ukurannya lebih besar saja berakhir di jalanan atau kolong tempat sampah. Ok, bagaimana kalo kata “brosur” yang dari tadi selalu saya beri tanda kutip saya ganti dengan…..hmm apa ya :p , saya pun belum menemukan kata yang tepat yang bisa mewakili item ini, hehehe. Boleh dikatakan kartu nama……lagi, atau kartu member atau apa saja terserah anda yang menilai manfaatnya :)

Sementara ini saya lebih senang menamainya “brosur kartu nama”, itu karena ternyata para pelanggan menyimpannya di dompet mereka hehehe, whatever. Beberapa hari kemudian saya membuatnya dan di salah satu sisi saya tuliskan :

“Mulai sekarang dapatkan SCAN GRATIS DAN PRINT GRATIS SEUMUR HIDUP masing-masing satu lembar setiap anda datang di Warnet Moshi-moshi. Caranya mudah! Simpan selalu dan tunjukan kartu ini untuk mendapatkan scan atau print gratis……..anda tidak akan ditanyai macam-macam berapa kalipun anda datang dalam sehari!”

Setelah saya sebar di sekolah dan beberapa pusat perbelanjaan kecil di sekitar. Muncul wajah-wajah baru yang berdatangan hanya untuk mendapatkan print gratis maupun scan gratis, tapi tahukah anda?! hampir setiap orang yang datang tidak hanya memanfaatkan “barang” gratis tadi, melainkan juga berinternet. Gotcha!!
Memang ada beberapa yang datang hanya untuk scan atau print saja, tetapi 90% pengunjung kami mengeprint lebih dari 1 halaman sekali datang. Jarang sekali yang “berniat” untuk datang berkali-kali hanya untuk mendapatkan print gratis. Orang jawa bilang “sungkan” :p. So, everybody still paid for the services :D

Untuk selanjutnya hari berganti hari minggu berganti minggu, sampai dengan sekarang warnet kami hampir selalu berstatus “full” baik untuk layanan scan dan print maupun layanan internet.

Conclusion :
Perubahan gaya hidup dan modernisasi masyarakat setiap kurun waktu tertentu memaksa kita beradaptasi pada gaya menjual kita. Tidak perlu selalu straight selling right? Selalu ada cara menarik di sekitar anda untuk menjual produk atau jasa anda bukan? Tinggal bagaimana anda menciptakan sebuah leverage pada setiap peluang yang ada.

15 May 09

Business Card zulsdesign studio

Iseng iseng browsing ke website-website tetangga eh menemukan halaman ini www.webdesignerdepot.com aku langsung tertarik pada salah satu desain kartu nama tersebut. Langsung aja buka Photoshop dan Google. ngutak atik dan jadinya seperti ini.. mantab… nanti di print :)

kartu-nama-zulsdesignstudio